Kamis, 03 Maret 2011

Cover Edisi Kedua

Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Fakultas Hukum

Hukum - Pada tanggal 5 hingga 6 Januari 2011 kemarin, BEM Fakultas Hukum mengadakan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa (LKM) di Gedung A lantai 2 Fakultas Hukum Universitas Borneo. Kali ini BEM Fakultas Hukum mengangkat tema “MEMBENTUK KADER YANG BERKUALITAS, BERKOMPETEN, DAN BERTANGGUNG JAWAB”. Acara tersebut dilaksanakan untuk kalangan mahasiswa Fakultas Hukum  angkatan 2008, 2009, 2010 dan berjumlah 41.
Kegiatan tersebut lebih diutamakan untuk mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2010. Namun, ternyata ada beberapa mahasiswa dari angkatan 2008 dan 2009 yang ingin mengikuti LKM ini.”Sebetulnya kegiatan ini mahasiswa tidak dipaksakan untuk hadir seluruhnya, bagi yang ingin ikut kami persilahkan saja” ujar ketua panitia Darmawan Adi Putra.
“Kalau ada mahasiswa dari angkatan 2008 dan 2009 yang ingin ikut tidak masalah selama itu tidak mengganggu selama kegiatan berlangsung” tambah mahasiswa semester lima tersebut.
Sesuai dengan tema yang di usung, Ketua Pantia mengharapkan kegiatan ini dapat membentuk mahasiswa yang berkualitas, berkompeten, dan bertanggung jawab setelah mereka lulus dari Universitas Borneo Tarakan.
Kegiatan yang diadakan selama dua hari tersebut dihadiri oleh beberapa pemateri yang ahli dalam bidangnya. Pada hari pertama, acara dibuka langsung oleh Dekan Fakulatas Hukum yaitu Martin Balang, S.H. , M.Hum. “Tidak hanya membuka acara, beliau juga menjadi pemateri pada kegiatan ini dengan materi mengenai kepemimpinan” kata pria yang biasa dipanggil Acong ini.
Berdasarkan susunan acara yang diperoleh, ada empat pemateri yang dihadirkan pada hari pertama. Martin Balang, S.H, M.Hum tentang kepemimpinan, Kamal, S.H tentang orientasi forum, dan teknik diskusi, protokoler, dan retorika dan Ahmad Pardi tentang manusia (social) dan masyarakat.
Sedangkan pada hari kedua kegiatan, pemateri yang dihadirkan sedikit lebih banyak dari hari pertama yaitu lima orang. Manajemen organisasi yang dibawakan oleh Nur Asikin, S.H, M.Hum, mahasiswa dan organisasi oleh Nanang Aini, S.Ag, logika kritis oleh H. Basri, S.H, MKn, kemerdekaan berpikir oleh Roeslan Bin Hasan, S.H, dan yang terakhir yaitu teknik persidangan oleh Arif Rahman Hakim, S.H. Dari beberapa materi yang dihadirkan, beberapa merupakan alumni dari fakultas hukum sendiri.
Sebelum kegiatan ditutup, panitia melakukan evaluasi dengan peserta tentang kegiatan yang telah mereka lewati. Kemudian acara ditutup pada pukul 16.00 oleh panitia. (One/myn)

Benar Gak sie “Vena”nya Terbalik???

UKM - Donor darah yang dilaksanakan oleh UKM Korps Suka Rela (KSR) UBT  pada 27 Desember 2010 silam,  berjalan sangat lancar. Sekitar 22 kantong darah berhasil ditampung. Sebenarnya, lebih dari 30 mahasiswa yang ingin mendonorkan darahnya dan telah mengantri di Fakultas FKIP Lantai 3.  Namun karena berbagai alasan sehingga mereka tidak diperkenankan
mendonorkan darahnya, ada yang sedang datang bulan, tekanan darahnya rendah serta berta badannya tidak proporsional .
Siang itu, kegiatan donor darah terlihat berjalan dengan sangta lancar. Namun di sudut terlihat seorang perawat melepaskan jarum yang menjadi perantara padahal kantung darahnya belum terisi penuh. Apa yang terjadi??? Saya mencoba bertanya kepada si perawat. Beliau menyatakan  vena pendonor tersebut terbalik sambil terus membuka jarum tersebut. Benar gak sie venanya terbalik? Saya sangat penasaran namun saya tiak bisa bertanya secara detail pada perawat tersebut karena beliau masih harus melayani mahasiswa lain yang ingin mendonorkan darahnya. Setelah kegiatan tersebut selesai, saya mencoba meminta penjelasan dari perawat yang ternyata bernama Lengkap Deddy Praman Putra. Beliau menyatakan  bahwa sebenarnya venanya tidak terbalik. Pada saat beliau menusukkan jarum,  venanya lurus namun beberapa saat kemudian tidak lagi lurus sehingga donor darah harus dihentikan karena darah si pendonor tidak juga mengalir ke kantung darah. Kemungkinan besar hal ini terjadi karena tekanan darah di jantung sangat cepat.
“Sebenarnya venanya tidak terbalik. Ketika saya tusuk jarumnya, venanya itu lurus namun dia menjaid tidak lurus. Itu mungkin karena tekanan darah di jantung sangat cepat dan karena banyaknya teman-teman yang  mengerubungi pada saat donor,” ungkap perawat yang bisa dipanggil Dedot tersebut.
Lalu bagaimana dengan si pendonor??
Ternyata si pendonor yang lahir di Bunyu pada 23 April 1992 tersebut, baru pertama kali mencoba mendonorkan darahnya. Tapi kejadian tersebut tidak membuatnya takut untuk melakukan donor lagi.
“Saya baru pertama kali donor jadi rada takut. Tapi kapan-kapan saya kan mencoba lagi,” ucap mahasiswa FKIP PGSD yang bernama Anas Aprian Rahmat tersebut seraya tersenyum. (YRS)

Akper UBT Sampai Saat Ini


Akper - Semenjak dibukanya fakultas baru yaitu Akademi Keperawatan atau yang disingkat Akper beberapa tahun silam, banyak permasalahan yang selalu menjadi kendala untuk kemajuan Akper sendiri. Masih segar ingatan kita mahasiswa Akper berdemo didepan kampus mereka sendiri untuk menuntut kewajiban mahasiswa yang tidak terpenuhi. Salah satu juga yang menjadi masalah adalah penempatan kampus Akper yang tidak berada dalam satu komplek dengan fakultas-fakultas lain yang terletak di Jl. Amal Lama nomor 1. Selain itu, permbedaan mengenai jas almamater dengan mahasiswa dari fakultas lain juga merupakan salah satu permasalahn yang sampai saat ini belum jelas penyelesaiannya.
Menurut Sabarina, “perkembangan Akper sejauh ini banyak yang menurun  semenjak dosen yang bernama Bu Bethy keluar  dan tidak terpilih menjadi rector” ujarnya. “Banyak terjadi perubahan dari masalah studi banding yang selalu di undur-undur,
kegiatan berupa seminar sudah sangat jarang dilakukan” tambah mahasiswa semester lima ini.
Dia juga mengatakan bahwa harapan ke depannya semoga Akper UBT sekarang ini bisa lebih baik dari sebelumnya dan tidak ada penundaan dalam semua kegiatan sehingga semuanya bisa berjalan lancar untuk mendukung proses perkuliahan. (PersMa_UBT)

Penerimaan Anggota Baru IMPA UBT

UKM - Dalam rangka penerimaan anggota baru, mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (IMPA) Universitas Borneo Tarakan melaksanakan kegiatan DIKSAR VII. Kegiatan yang dilaksanakan setahun sekali ini disambut baik oleh mahasiswa UBT. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya mahasiswa yang mendaftar pada 24-27 November 2010 lalu yaitu sebanyak 51 orang.
Selanjutnya, para calon anggota baru diwajibkan mengikuti berapa tes lagi yaitu tes tertulis (05-07 Desember 2010), di gedung C lantai 3 UB, tes wawancara (10-12 Desember 2010) di gedung E  lantai 2 UB, kemudian tes kesehatan atau biasa disebut dengan tes fisik (17-29 Desember 2010). Bukan hanya ketiga tes tersebut yang wajib diikuti calon anggota baru agar bias menjadi anggota IMPA, masih ada SIAL atau biasa disebut dengan Silaturahmi Alam di hutan belakang wilayah kampus UB yang baru saja dilaksanakan pada tanggal 02-04 Januari 2011. Adapun jumlah peserta yang mengikuti SIAL sebanyak peserta 25 orang dan merupakan orang-orang yang telah mengikuti tahap penyeleksian oleh pihak panitia. Setelah mengikuti SIAL, para calon anggota baru tersebut masih saja diwajibkan mengikuti DIKSAR (Pendidkan Dasar). DIKSAR itu sendiri dibagi menjadi  tiga sesi yaitu pemberian  materi ruangan pada 22-25 Januari 2011, karantina pada 26 januari 2011, dan kegiatan terakhir yang biasa disebut dengan DIKSAR Lapangan pada 27-03 Februari 2011.
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan tersebut dan dinyatakan lulus, mereka berhak mendapatkan “gelar” anggota muda IMPA.
“Tergantung nanti mereka yang 25 orang ini akan terus mengikuti serangkaian kegiatan selanjutnya atau tidak, dan tahap terakhir yaitu DIKSAR VII, “ ungkap Anca panggilan akrab  ketua umum IMPA UBT itu. “Baru lah mereka dinyatakan menjadi anggota muda IMPA,” tambahnya. (*PpD_Pers)

MATA KAIL : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Perikanan - Dalam rangka memperingati HUT kota Tarakan yang ke 13 tahun 2010, Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (MATA KAIL) menggarap sebuah event yang bertajuk “Lomba Mancing mania Marine”. Kegiatan yang dibuka untuk umum dan peserta tidak terbatas tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 15-16 Januari 2011 bertempat di perairan pantai Amal Baru sampai dengan Amal Lama kota Tarakan.
Untuk pendaftaran sendiri sudah dibuka pada tanggal 01 Januari hingga 13 januari 2011 mendatang bertempat di gedung E lantai 3 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan atau di Warung Kopi “Firman” Rt 12 Markoni Dalam (samping Lapangan Panglima Batur) dengan Kontak person M. Tahir (081347925969), Marsam (085250450483), dan Ansar (081241238760).
Ikan yang diperlombakan pun macam-macam yaitu ikan ketumbang, ikan kurau, ikan rebanu, ikan dapak, ikan merah sungai, ikan kakap sejati, ikan kerapu, ikan tenggiri, ikan putih, ikan arut, ikan senagin, ikan talang-talang, ikan pari, ikan alu-alu, dan ikan gulamah jarang gigi. Ikan tersebut akan dinilai berupa harga dikalikan dengan berat (kg) ikan tersebut.
Untuk persyaratan peserta yaitu diperkenankan membawa peralatan mancing beserta umpan, menyiapkan perahu/kapal yang di dalamnya nanti terdapat peserta dan panitia, dan membawa konsumsi sendiri serta biaya pendaftaran sebesar Rp 100.000 untuk 1 tim (tidak dibatasi berapa orang).
Hadiah yang ditawarkan adalah juara pertama sebesar Rp 3.000.000, juara kedua mendapat hadiah Rp 2.000.000, juara ketiga sebesar Rp 1.000.000, dan rangkaian door prize yaitu 1 buah TV 14 inc, 3 buah kipas angin, 3 buah pemanas air, dan 2 set alat pancing. Dengan pengumuman pemenang tanggal 16 Januari 2011.
“Tingkatkan gemar makan ikan, mari manfaatkan sumber daya kelautan kota Tarakan”. (*PpD_Pers)

Apa yang terjadi dengan BEM Fakultas Ekonomi?


Ekonomi - Fakultas Ekonomi merupakan salah satu Fakultas Universitas Borneo berkedudukan di Tarakan dan didirikan oleh Pemerintah Kota Tarakan. Universitas Borneo secara resmi, mulai menyelenggarakan tridharma pada tanggal 6 Juni 2001, sesuai ijin operasional yang diberikan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 37/D/O/2001, dengan 14 program studi. Program Studi Manajemen dan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (IESP) yang berubah nama menjadi Ekonomi Pembangunan (EP), merupakan program studi yang ada di Fakultas Ekonomi yang lahir bersama Universitas Borneo.  Berdasarkan Surat Keputusan Badan Agreditasi Nasional Perguruan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional Nomor : 010/BAN-PT/AK-X/SI/VIIi/2006 tertanggal 3 Agustus 2006, Fakultas Ekonomi telah diagriditasi dengan nilai B untuk Jurusan Ilmu Ekonomi dan C Jurusan Manajemen.
Civitas akademi UBT tentu belum banyak yang mengetahui tentang kelambagaan tertinggi di fakultas yaitu BEM sedang mengalami kekosongan. Bagaimana perkembangannya sejauh ini dengan keadaan seperti itu?
Berikut adalah pernyataan Dedy Herdianto mahasiswa Fakultas Ekonomi semester  V yang menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan:
Dia menyatakan bahwa perkembangan Fakultas  Ekonomi dijelaskan menjadi 3 aspek yaitu;
· Dari aspek mahasiswa,  menurut Dedy kalau dilihat sekarang ini mahasiswa ekonomi telihat senang dengan dunianya hedonisme dan mereka melupakan jati diri mereka dan fungsi mereka sebagai mahasiswa,
· Dilihat dari perkembangan perkuliahan, terkadang tidak terlaksananya sebagaimana mestinya jarang dosen hadir dan hanya memberi soft copy materi saja dan hanya menyuruh tanda tangan absen saja,
· Dan di lihat dari kelembagaannya, sebagai  wadah untuk mengespresikan minat mahasiswa dan belum secara optimal  menuangkan ide-ide  yang dapat direalisasikan.

Kegiatan apa saja yang sudah diadakan oleh BEM Fakultas Ekonomi?
Sudah banyak kegiatan yang dilakukan yaitu kegiatan LKM, Bakti Sosial, kegiatan  bulan Ramadhan, dan mengikuti beberapa kegiatan kongres di luar kota.

Mengapa saat ini belum ada pemilihan BEM dan pengurus BEM yang baru?
Karena belum adanya pengetahuan pada KPU secara luas bahkan KPU  yang katanya telah dibentuk kemungkinan tidak memiliki legalitas dari DPM.

Siapa yang pantas menjadi Ketua BEM Fakultas Ekonomi selanjutnya?
Semua mahasiswa  pantas untuk menduduki jabatan itu, tetapi menurut pendapat saya yang lebih pantas menjadi Ketua BEM dan pengurus BEM haruslah orang-orang yang telah menjabat pada kepengurusan sebelumnya dan  benar-benar  tahu berorganisasi serta mematuhi peraturan-peraturan  yang telah dibuat. Selain itu, sebaiknya “calon Ketua BEM selanjutnya” sudah mengikuti LKM.  Pemimpin Fakultas Ekonomi (Fekon) haruslah tahu konstitusi (AD/ART) organisasi dan berjalan sesuai koridor konstitusi tersebut dan juga bisa mampu menjadi leader (pemimpin) serta mempunyai Visi dan Misi yang jelas untuk membawa Fekon lebih baik kedepannya.

Harapan untuk Fekon dan mahasiawa serta dosen?
Semoga tetap menjadi seorang mahasiswa yang sesungguhnya dan untuk Fekon semoga  lebih maju dan sukses lagi dari sebelumnya. Amien.
Kepada dosen agar status negeri ini dijadikan sebagai penyemangat dengan motivasi kerja yang profesoinal.

Susunan Redaksi

Penanggungjawab:
Ketua Umum UKM Pers UBT
Muh. Yosta Novthami

Pimpinan Redaksi:
Suriana

Editor:
Sri Pujiastati

Desain Grafis:
Yosta

Reporter:
Suryani
Iwan Kurniawan
Juwita
Riza Aulia Arifin

Alamat:
Jl. Amal Lama No. 1 Kampung Enam
Tarakan Timur

Email:
persma.ubt@gmail.com

Blog:
persma-ubt.blogspot.com

Perkembangan “Sang Bidan”

Sudah 2 tahun Akademi Kebidanan (Akbid) menjadi salah satu bagian dari Universitas Borneo (UB) Tarakan. Bagaimanakah perkembangannya sampai saat ini? Berikut ulasannya.
Melihat keberhasilan dari Akademi keperawatan (Akper) yang banyak diminati oleh siswa yang ingin melanjutkan pendidikannya, pada tahun 2008 pihak Universitas Borneo Tarakan membuka satu Fakultas baru yaitu Akademi Kebidanan. Pendaftaran pun dibuka pada tahun ajaran baru 2008/2009. Pada saat itu, sebanyak 59 orang yang diterima menjadi mahasiswa baru UB  akademi kebidanan. Mereka patut berbangga hati karena mereka adalah angkatan pertama dari sebuah fakultas yang baru dibuka.
Saat ini Akbid dipimpin oleh Yuli Aryani, S.St sebagai Dekan. Gubernur Akbid, Fitri, ketika ditanya mengenai berapa jumlah mahasiswa yang aktif menyatakan jumlah mahasiswa Akbid yaitu sebanyak 118.
“Saat ini sudah berjumlah 118 siswa secara keseluruhan, 59 mahasiswa dari angkatan pertama yaitu tahun 2008 dan pada penerimaan tahun 2009 diterima juga sebanyak 59 mahasiswa,” terangnya.
“Masing-masing angkatan dibagi kedalam dua kelas agar terjadi sebuah suasana yang nyaman pada saat proses perkuliahan,” lanjut cewek berparas manis ini. (yst)

Junior Star Cup II Tingkat SD HMP PGSD FKIP

Junior Star Cup II yang diusung oleh Himpunan Mahasiswa Prodi PGSD telah melahirkan Jawara baru. Event yang melangsungkan final di Plasa Universitas Borneo pada Senin, 13 Desember 2010 lalu ini dihadiri oleh supporter dari masing-masing sekolah yang bertanding. SDN 019 vs SDN 028 mengisi pertandingan pertama yang memperebutkan posisi ketiga dan dimenangkan oleh SDN 019. Sementara diputaran final dimenangkan oleh SDN 018 yang berhadapan dengan SDN 034. Pertandingan ini dilaksanakan mulai tanggal 25 November – 13 Desember 2010 dan diikuti oleh 24 Sekolah Dasar se Tarakan.
Latar belakang diadakannya Junior Star Cup II oleh Himpunan Mahasiswa Prodi PGSD ini merupakan program tahunan yang secara rutin dilaksanakan. Bertujuan untuk menyalurkan bakat siswa sekolah dasar khususnya yang saat ini digemari yaitu futsal. Dan untuk kedepannya, kami sudah mewacanakan untuk mengadakan event lain seperti voli antar SD atau program-program yang lebih menarik.
“Harapan saya untuk kedepannya, semoga Junior Star Cup selanjutnya lebih baik lagi, kepanitiaannya bisa lebih solid lagi, dan yang terpenting  jumlah SD yang berpartisipasi bisa lebih banyak lagi,” demikian tutur Emilia Astria, ketua panitia Junior Star Cup II.

Rakernas serta Seminar Nasional Himapikani

Dalam rangka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) serta Seminar Nasional Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia (Himapikani), Universitas Borneo Tarakan mengutus 2 mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) yaitu Ansar dan Zaenal Abidin untuk menghadiri kegiatan tersebut
Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 17-20 Desember 2010 tersebut yaitu donor darah kemudian esoknya dilanjutkan dengan Seminar Nasional. Hari ketiga pelaksanaan Rakernas dan hari keempat yaitu penanaman, kunjungan sungai air tawar Sandakan, Pantai di kilo 5 dan terakhir ke Puncak.
Rakernas dan Seminar Nasional tersebut bertempat di Kabupaten Luwuk Banggai, Sulawesi Selatan dan dihadiri 13 universitas atau pun perguruan tinggi di seluruh Indonesia diantaranya yaitu Universitas Al-Khairat Palu, Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Palu, Universitas Padulako, Universitas Mulawarman, Universitas Borneo Tarakan, Universitas Erlangga, Institut Pertanian Bogor, Universitas Satya Negara Indonesia, Akademi Perikanan Bitung, Universitas Muslim Indonesia, Universitas 45, Universitas Gorontalo, dan Universitas Muhammadiyah Luwuk yang juga merupakan tuan rumah Rakernas dan Seminar Nasional.
“Selain mendapatkan ilmu baru saat menghadiri Rakernas dan Seminar Nasional, kami juga mendapat teman-teman baru dari 13 Universitas ataupun Perguruan Tinggi tersebut”, ungkap Ansar, salah satu peserta Rakernas dan Seminar Nasional dari Universitas Borneo Tarakan.
Anggaran sendiri diperoleh dari Dekanat FPIK dan penyebaran proposal. “Kami memperoleh dukungan berupa anggaran dari pihak dekanat FPIK dan penyebaran proposal. Harapan kami, untuk ke depannya dapat memperoleh dukungan juga dari Dinas Perikanan dan Kelautan kota Tarakan,”tambah mahasiswa BDP semester 3 itu.
Sepulangnya dari menghadiri kegiatan tersebut, kedua mahasiswa itu harus membuat Laporan Pertanggujawaban (LPJ) dan mempresentasikan hasil dari Rakernas dan Seminar Nasional kepada seluruh mahasiswa FPIK. (*PpD_PersMa UBT)

Hearing Permasalahan Internal FKIP

Pada hari Kamis, 9 Desember 2010 bertempat di Hall C telah diadakan hearing antara pihak dekanat dan mahasiswa FKIP yang membahas tentang permasalahan internal FKIP. Hearing ini dihadiri oleh Dekan FKIP, Drs. Syamsudin, WK.Dekan I, Mas Apriyan Noor, WK.Dekan II, Sutardjo, serta dosen dari masing-masing prodi di FKIP.
Tujuan diadakannya hearing antara pihak dekanat dan mahasiswa FKIP diantaranya yaitu untuk menciptakan perubahan di FKIP dari staf administrasi yang jumlahnya minim sementara harus melayani ribuan mahasiswa FKIP, profesionalisme dosen alam mengajar yang sampai detik ini masih saja ada dosen yang seenaknya merubah jadwal, serta segi fasilitas perkuliahan di FKIP seperti gedung perkuliahan yang selama ini masih sebatas wacana yang belum memiliki jalan keluar yang pasti.
Ditemui di ruangannya, Gubernur FKIP, Atra Wiyana lebih lanjut mengatakan bahwa sebelum mengadakan hearing, pengurus BEM telah membagikan angket yang disebar ke mahasiswa FKIP yang berisi pertanyaan seputar permasalahan internal FKIP. Dan dari data yang telah dikumpulkan tersebut, dapat disimpulkan bahwa seluruh mahasiswa FKIP menginginkan perubahan yang berarti dan respon yang tanggap dari pihak terkait. Untuk permasalahan dosen, mahasiswa FKIP berharap adanya profesionalisme dosen dalam jabatan, yang berarti tidak ada lagi dosen S1 mengajar mahasiswa program S1.
 “Mengutip peryataan Pak Rektor bahwa memang gedung perkuliahan tidak ada fakultas yang memiliki hak mutlak untuk gedungnya, namun gedung FKIP harus dibangun karena setiap tahunnya mahasiswa FKIP mengalamai penambahan yang sangat besar jumlahnya,” demikian tutur Atra.
Sementara itu Dekan FKIP menyatakan bahwa Beliau telah memperjuangkan penambahan gedung perkuliahan bagi mahasiswa FKIP setiap kali rapat dengan pihak Rektorat. Dan Insya Allah anggaran untuk gedung perkuliahan itu akan dimasukkan dalam Rencana Anggaran tahun 2011. (SAN_PersMa UBT)

Mencukur Janggut Kesayangan demi Kelancaran PLADIKSAR

Begitu pentingnya kegiatan PLADIKSAR KSR UBT bagi Aswandi hingga komandan KSR UBT ini harus merelakan jangut kesayangannya dicukur. Lalu, apa hubungannya PLADIKSAR tersebut dengan janggut? Ternyata komandan yang lahir di Tarakan pada 22 Agustus 1986 ini telah bernadzar akan mencukur janggutnya jika PLADIKSAR tersebut berjalan dengan lancar.
Dia memilih memotong janggut bukan karena tidak kuat berpuasa tapi memang karena janggut dan PLADIKSAR merupakan sesuatu yang sangat penting di hidupnya. Baginya memelihara janggut itu merupakan hal penting karena memelihara janggut itu merupakan hal penting karena memelihara janggut merupakan Sunah Nabi, sunah dalam Islam adalah berpahala bila dilaksanakan dan tidak berdosa jika tidak dilakukan.
“Sebelumnya saya sudah bernadzar, jika nanti kegiatan bisa berjalan dengan lancar, saya akan memotong janggut saya,” ungkap pria pecinta Musik Dangdut dan India ini.
Bagaimana sie kesuksesan PLADIKSAR ini sehingga seorang Wandi harus kehilangan janggut kesayangannya. Mari kita simak bersama!!!
Jum’at , 19 November 2010 lalu PLADIKSAR KSR UBT dimulai dan berakhir pada 28 November 2010. Dalam PLADIKSAR ini, calon relawan baru diberi dua jenis materi yaitu materi ruangan dan materi lapangan. Materi ruangan berupa teori sedangkan materi lapangan merupakan praktek dari semua teori yang telah diberikan.
Materi ruangan berlangsung di FKIP Lantai 3 selama 7 hari. Materi yang disampaikan diantaranya tentang assessment, dapur umum, serta P3K. Pemateri sendiri merupakan anggota KSR UBT dan beberapa Alumni.
Sementara itu, materi lapangan dimulai pada 26 Desember 2010. Para relawan berkumpul di PMI cabang Tarakan pada pukul 17.00 lalu pada pukul 21.00 mereka harus berjalan kaki selama kurang lebih 4 jam agar bisa sampai ke tempat tujuan yaitu di Binalatung RT. 8.
Di malam terakhir materi lapangan yaitu pada dilakukan sejenis peloncoan. Namun Dahniar, Ketua Panitia PLADIKSAR menyatakan bahwa hal itu bukan merupakan peloncoan tapi merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dapat mendidk para relawan agar lebih mandiri dan juga kuat.
“Itu sebenarnya bukan peloncoan tapi bagaimana kita mendidk untuk mandiri dan kuat dalam menghadapi situasi apapaun,” ungkap mahasiswi FKIP Bahasa Inggris semester 5 ini. (YRS_PersMa UBT)

Serangkaian Kegiatan dalam Rangka HUT ke-V KSR UBT

Peringatan HUT ke-V Korps Suka Rela Universitas Borneo Tarakan (KSR UBT) yang jatuh tepat pada 11 Desember 2010 kemarin dimeriahkan dengan 4 rangkaian kegiatan yaitu Malam Renungan, Seminar HIV/ADIS, Donor Darah dan Lomba Ketangkasan untuk  pelajar se-kota Tarakan. Serangkaian kegiatan  ini  diawali dengan renungan pada 10 Desember 2010 pukul 19.00 hingga memasuki 11 Desember 2010 pukul 01.00 di Gedung Fakultas Pertanian Lantai 3. Lalu dilanjutkan dengan seminar HIV/AIDS pada 17 Desember 2010 di Gedung FKIP Lantai 3. Sedangkan dua kegiatan lainnya akan dilaksanakan pada akhir Desember dan awal Januari nanti.
Dalam renungan tersebut  dilaksanakan pelantikan serta pengukuhan anggota atau relawan baru KSR UBT. Renungan tersebut juga dihadiri oleh mantan komandan  KSR kedua dan keempat  serta beberapa  undangan dan dimeriahkan dengan pemotongan tumpeng oleh komandan KSR saat ini yaitu saudara Aswandi.
Sedangkan untuk Seminar HIV/AIDS dihadiiri sekitar 43 orang yang terdiri dari perwakilan mahasiswa Universitas Boneo serta STIMIK PPKIA. Pada seminar tersebut dijelaskan bahwa ada 5 S yang memiliki kemungkinan terbesar tertular HIV/AIDS yaitu Serdadu, Sopir, Saudagar, Saudara dan Saya. Dalam seminar tersebut juga dihadirkan salah seorang penderita HIV yang sedang dalam masa terapi. Penderita yang merupakan karyawati tersebut mengaku tertular penyakit tersebut dari mantan suaminya yang telah meninggal.
Dani Supriansyah, selaku ketua panitia  berharap kita sebagai mahasiswa bisa memperlakukanpara penderita HIV/ADIS dengan baik karena menurutnya yang seharusnya kita jauhi bukan penderitanya tapi penyakitnya.
“Ingat, yang harus kita jauhi penyakitnya bukan orangnya (penderita HIV/AIDS),” tegas mahasiwa semester 1 di FKIP PGSD ini. (YRS_PersMa UBT)